Oleh: donisky | Februari 18, 2012

Lulusan S-1 Harus Extra Lagi

Para calon sarjana tampaknya harus semakin berusaha keras untuk mencapai kelulusannya. Lantaran untuk bisa lulus, mereka tak hanya diwajibkan untuk membuat skripsi saja, tapi juga diwajibkan untuk membuat karya tulis berupa makalah yang diterbitkan di jurnal ilmiah. Kebijakan tersebut, disosialisasikan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) melalui surat bernomor 152/E/T/2012.

Menanggapi hal itu, Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTSI), Edy Suandi Hamid menyatakan bahwa kebijakan tersebut tidaklah realistis terutama bagi para calon lulusan program S1. “Kami mendukung sepenuhnya semangat Ditjen Dikti untuk meningkatkan publikasi ilmiah. Terutama untuk mengejar ketertinggalan dari Negara – Negara tetangga. Meski demikian, tampaknya tidak realistis jika hal itu diterapkan bagi calon lulusan program sarjana,” tandasnya, ketika ditemui pada Jumat (03/02/2012).

Ketua APTSI yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) ini, juga mengkhawatirkan, lantaran kebijakan itu, nanti akan banyak muncul jurnal – jurnal yang dibuat asal – asalan yang hanya ditujukan untuk mencapai syarat kelulusan saja. Sehingga jurnal ilmiah pun bisa saja menjadi formalitas belaka.

Sebagai catatan, dalam surat tersebut dijelaskan bahwa mulai bulan Agustus 2012, untuk calon lulusan program S1 harus menerbitkan makalah yang diterbitkan di jurnal ilmiah, untuk program S2 membuat makalah yang diterbitkan di jurnal imliah nasional yang terakreditasi Dikti serta program S3 harus mampu membuat makalah yang sudah diterima terbit di jurnal internasional.(*)

Oleh: donisky | November 4, 2009

Kostumisasi WordPress Blog

Source :blogdedi.wordpress.com
Utak-Atik Situs

Utak-atik situs berarti Anda yang melakukan coba-coba sendiri pada situs wordpress yang sukses Anda install sendiri. Karena ini adalah situs Anda, maka kostumisasilah dengan gaya Anda sendiri semaksimal mungkin sehingga tampil beda dengan situs lainnya. Tidak asik bukan kalau suatu saat Anda menemukan situs lain yang tampilannya mirip dengan situs Anda gara-gara tema yang digunakan sama dan sama-sama tidak ada kostumisasi samasekali. Maka berkreasilah, wordpress adalah CMS (Content Management System) yang bisa digunakan bahkan untuk membuat situs yang sangat rumit sekalipun. Meskipun wordpress juga banyak digunakan untuk membuat situs dengan tampilan standar. Selamat berkreasi dengan situs Anda….

1. Themes

Masuk (login) ke halaman admin Anda. Setelah wordpress terinstall, defaultnya akan tersedia dua buah tema/themes. Tema wordpress default dan wordpress classic. Cobalah kedua buah tema dengan meng-kliknya. Akan terlihat previewnya. Untuk mengaktifkan, klik [Activate “nama tema”] yang ada di pojok kanan atas preview. Untuk melihat situs, klik [Visit Site], akan terlihat tema yang baru diterapkan.
Menambah Koleksi Themes

Download tema wordpress di wordpress.org/extend/themes. Pilihlah tema yang Anda suka. Tema hasil download berupa file .zip. Masuklah ke File Manager di Hosting Anda. Cari folder di mana Anda menaruh file-file wordpress. Cari folder wp-content\themes\, upload file theme .zip tadi ke folder themes, ekstraklah kemudian kalau hosting Anda tidak mengekstrak secara otomatis. Lihatlah kembali ke halaman admin situs. pada menu [Design]-[Themes] akan ada pilihan tema yang baru saja Anda upload. Jika masih belum ada berarti proses upload tidak benar.
2. Judul dan Format

Lihatlah pada menu Settings pada halaman admin. Akan ada banyak opsi pengaturan. Aturlah sendiri dengan yang Anda perlukan, misalnya Blog Title (Judul Situs), Tagline (Tulisan di bawah Judul), wordpress address (alamat file-file wordpress tersimpan), Blog Address (alamat blog/situs Anda di internet), alamat email, Membership (Penerapan keanggotaan), New user default role (status keanggotaan bagi member), format tanggal dan waktu, time zone (untuk Indonesia UTC +7), dan Weeks starts On. Untuk menyimpan pengaturan klik [Save Changes].
3. Sidebar

Sidebar pada setiap theme mungkin berbeda, baik jumlah maupun letaknya. Sidebar berisi widgets yang bisa ditambahkan dari menu Desain-Widgets. Tersedia banyak pilihan widget. Klik [Add] untuk menampilkan. Apabila Anda menggunakan theme dengan jumlah sidebar lebih dari satu, Anda perlu mengatur di sidebar mana widget akan ditampilkan, lalu klik [Show] untuk sidebar yang dipilih. Kalau sidebar Anda cuma satu tidak perlu mengadakan pemilihan ini.

Pada widget yang sudah di[Add] akan tampil di bawah Current Widgets. Klik [Edit] untuk melihat opsi pengaturannya, atau [Remove] untuk menghapusnya. Add-lah widget-widget yang Anda perlukan, setelah dirasa cukup, Klik [Save Changes]. Untuk penjelasan tentang masing-masing widget silakan Anda bereksperimen sendiri. Rekomendasi widget pertama yang penting adalah Categories dan Archives. Categories akan menampilkan hasil postingan menurut kategori. Sedangkan Archive akan menampilkan postingan Anda menurut urutan tanggal/waktu. Sekali lagi, aturlah opsi widget untuk menggunakan sesuai keperluan.
4. Header

Setiap theme memiliki opsi kostumisasi header sendiri. Silakan berkresi dengan header. Header merupakan kesan pertama untuk menunjukkan personalisasi situs. Membuat background dan logo sendiri akan menambah personalisasi situs Anda.

Kostumisasi theme bisa diakses pada halaman admin, [Design]-[Theme Options]. Tergantung tema yang digunakan. Tidak cuma desain header tapi juga pengaturan tema secara umum.

Untuk mengganti gambar header atau logo, buatlah dahulu gambar/logo dengan ukuran pixel sama dengan gambar defaultnya. Hal ini supaya pas dengan theme-nya. Upload gambar tersebut di wp-content\themes\atahualpa\images\header\. Dalam hal ini Atahualpa adalah nama theme yang digunakan. Carilah gambar yang sama Anda lihat digunakan pada theme Anda. Setelah ketemu, namai file gambar header Anda tadi dengan nama gambar header default. Hapus gambar defaultnya, dan lihat pada tampilan situs gambar header Anda sendiri.
5. Page

Page, sesuai namanya adalah berupa halaman yang ada selain halaman utama (homepage). Page(s) dapat ditambahkan sesuai keperluan. Page default berjudul “About” biasanya sudah tersedia. page sebaiknya berisi konten yang statis, tidak terlalu sering berubah seperti halaman utama yang postingnya bisa Anda tambah terus sesering yang Anda mau.

Membuat page (halaman) baru yaitu pada menu [Write]-[Page]. Pada Page Title isikan Nama pagenya. nama page ini sebaiknya tidak terlalu panjang, cukup satu atau dua kata saja yang pendek. Misalnya Kontak, Alamat, My Family. Silakan berkreasi dengan opsi-opsinya.
6. Plugins

Fungsi plugins intinya hampir sama dengan widget. Plugins menambah fungsi-fungsi yang tidak disediakan widget. Plugins tersedia dalam folder tersendiri seperti theme yaitu di wp-content\plugins. Koleksi plugins di woordpress sangat banyak dan dapat didownload secara gratis. Anda pun bisa berkontribusi menambahkan plugins kalau Anda bisa membuatnya.

Untuk menambah plugins, download di wordpress.org/extend/plugins. Uploadlah di direktori plugin (wp-content\plugins). masuklah ke situs admin. Opsi Plugins berada di kanan-atas halaman, bersama menu Settings dan Users. Anda masuk ke Plugins Management, klik [Activate] untuk mengaktifkan plugin. Sekarang klik pada [Design]-[Widgets]. Plugin tadi seharusnya sudah ada dalam deretan widgets. Untuk pengaturan widgets, sudah dijelaskan tadi.

Oleh: donisky | November 4, 2009

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Kategori